Pupuk Organik Salebak

Pupuk Organik Salebak

Bicara tentang pola tanam organik, artinya bicara tentang pupuk organik. Ketersediaan pupuk organik menjadi penentu atas kualitas hasil tanaman atau pertanian organik.

Untuk itu salebak yang menerapkan one stop organic, dimana semua kebutuhan akan pertanian maupun perkebunan atas pupuk organik, telah berusaha untuk memproduksi sendiri.

Langkah ini guna menjamin ketersediaan serta kualitas pada masa perawatan tanaman secara organik.

Selain untuk kebutuhan sendiri, pupuk organik yang diproduksi oleh salebak, juga di distribusikan kepada kelompok-kelompok tani binaan salebak.

Nanti pada saatnya, pupuk organik salebak juga akan dijual kepada masyarakat umum.

Salebak telah memproduksi pupuk dan pestisida organik sebagai berikut:

Ziolit

Tepung ziolit.

Kompos

Terbuat dari daun hijau, batang pisang dan kotoran hewan (kohe) lalu dipermentasikan di dalam bak penampungan selama 8 sampai 10 hari.

M-Bio

Terbuat dari campuran gula aren, tepung beras, plankatalis (tepung talas), ragi dan air matang. Bahan bahan tersebut kemudian dipermentasikan selama 17 sampai 20 hari dalam bak tertutup.

MOL (Micro Organisme Lokal)

Micro organisme lokal terbuat dari air cucian beras atau air kelapa, lalu dicampur nasi yang telah basi dan ditambah bonggol pisang yang telah busuk. Kemudian dipermentasi selama 6 atau 7 hari dalam bak tertutup. Setelah hari ke 8, dicampur dengan air gula (glukosa).

Pestisida Nabati (Pesnab)

Terbuat dari daun sereh, daun kirinyuh dan kulit jengkol. Lalu dimasukkan kedalam bak dan setelah itu disiram dengan air mendidih, lalu ditutup rapat selama 2 hari.

Pupuk Organik Cair (POC)

Pupuk organik cair adalah gabungan dari embrio, MOL dan Pesnab. Untuk membuat homogen campuran tersebut ditambahkan dengan tetes tebu (mulase).