Mengapa Organik?

Organik artinya terbebas dari paparan zat kimia industrial, beras yang dihasilkan dari pertanian dengan menerapkan pola tanam organik hanya memberikan semua kebutuhan secara organik.
– Padi jenis lokal (non transgenik)
– Dibudidayakan tanpa pestisida kimia industrial
– Menggunakan pupuk organik
– Menggunakan air yang tidak tercemar
– Diproses tanpa poles (tanpa bahan pengawet)

Jika dibandingkan dengan beras non organik, beras organik memiliki beberapa kelebihan di antaranya:
– Saat dimasak, beras organik terasa lebih pulen.
– Nasi tidak cepat basi. Tahan hingga 24 jam.
– Volume lebih banyak dibandingkan dengan beras non organik.

Dengan mengkonsumsi beras organik akan mengurangi kadar urea dalam darah yang selama ini telah menumpuk karena kebiasaan mengkonsumsi beras yang dipupuk dengan urea. 
Dapat mengurangi kadar logam berat dalam darah karena penggunaan insektisida kimiawi. Hal inilah yang dapat mencegah tubuh terserang berbagai macam penyakit berbahaya yang pada dasa warsa terakhir banyak diderita oleh masyarakat.

Beras organik memiliki kandungan nutrisi dan mineral tinggi, kandungan glukosa, karbohidrat dan proteinnya mudah terurai, sehingga aman dan sangat baik dikonsumsi penderita diabetes. Beras organik baik untuk program diet, mencegah kanker, serangan jantung, asam urat, darah tinggi dan vertigo.

 


Sejarah Pertanian Organik

Gerakan organik dimulai pada tahun 1930-an dan 1940-an sebagai reaksi terhadap pertumbuhan pertanian ketergantungan pada pupuk sintetis. Pupuk buatan telah diciptakan pada abad 18, awalnya dengan Super fosfat dan kemudian diturunkan pupuk amonia yang diproduksi secara massal dengan menggunakan proses Haber-Bosch yang dikembangkan selama Perang Dunia I.

Pupuk awal ini adalah murah, kuat, dan mudah untuk transportasi dalam massal. Kemajuan serupa terjadi di pestisida kimia pada tahun 1940-an, yang membawa pada dekade yang disebut sebagai ‘era pestisida’.

Sir Albert Howard secara luas dianggap sebagai ayah dari pertanian organik. Pekerjaan lebih lanjut dilakukan oleh JI Rodale di Amerika Serikat, Lady Eve Balfour di Inggris Raya, dan banyak orang lain di seluruh dunia.

Sebagai persentase dari total hasil pertanian, pertanian organik tetap kecil sejak awal. Sebagai kesadaran lingkungan dan meningkatkan kepedulian di antara populasi umum, pasokan yang awalnya menjadi gerakan yang digerakkan oleh permintaan-driven. Harga premium dari konsumen dan dalam beberapa kasus, subsidi pemerintah menarik banyak petani ke konversi.

Di negara berkembang, banyak petani pertanian menurut metode tradisional yang dapat dibandingkan dengan pertanian organik tetapi tidak bersertifikat. Dalam kasus lain, petani di negara berkembang telah dikonversi untuk alasan ekonomi. Sebagai proporsi dari total global output pertanian, organik output tetap kecil, tetapi telah tumbuh dengan pesat di banyak negara, terutama di Eropa.

Gerakan konversi dari pola konvensional menuju pola tanam organik juga semakin berkembang di Indonesia. Tak terkecuali salebak, sejak tahun ini telah melakukan pola tanam organik pada lahan seluas 25Ha, yang sama sekali tidak pernah ditanami secara konvensional menggunakan pupuk kimia sebelumnya, sehingga kemurnian tanahnya dapat diunggulkan.

Tidak hanya itu, salebak juga aktif memberikan edukasi kepada masyarakat, baik kelompok tani, dunia pendidikan maupun masyarakat umum tentang pola tanam organik. Dengan mengusung tagline “One Stop Organik” salebak fokus menyediakan semua kebutuhan pola tanam organik, mulai pembibitan, penanaman, perawatan hingga masa panen secara mandiri dengan membuat benih, pupuk, pengendali hama dan predator secara organik.

× Chatt